Muhammad Satria Aldebaran. Pria berusia 31 tahun dan ber TB 170 cm dengan BB yang dirahasiakan itu baru saja keluar dari Terminal Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Pertemuan yang disempat-sempatkan itu memang harus terjadi setelah hampir dua tahun tidak bertemu. Satria, begitulah laki-laki itu biasa dipanggil. Di terminal itu terlihat seorang perempuan yang sudah lebih dari berjam-jam menunggu kedatangannya. Tidak ada pelukan. Hanya kecupan kilat di dahi sang perempuan yang ia berikan. Tak ada bunga atau hadiah yang ia berikan (mungkin ada di kopernya?). Hanya senyuman manis dan tatapan penuh kerinduan. Sang perempuan pun tidak meminta lebih. Hanya menjulurkan tangan kanannya, ingin digandeng.
Satria dan perempuannya berjalan hampir terburu. Pertemuan mereka hanya bisa berlangsung selama 3 jam. Karena Satria harus melanjutkan perjalanannya ke Kuala Lumpur (ia baru datang dari Australia via Denpasar, ganti pesawat ke Jakarta dengan maskapai nasional). Tak ada kemesraan. Hanya perbincangan serius di lounge terdekat. Pembicaraan tentang kelanjutan hubungan mereka. Sang perempuan tampak ketakutan. Ia tak ingin kehilangan pria itu, juga tidak bisa melepaskan pekerjaannya.
2,5 jam berlalu dengan cepat. Satria bukan pria romantis. Ia sangat konservatif. Bukan pria yang bisa diajak hangout, justru sangat keras kepala. Bukan pria yang lembut, tak jarang ia berbicara membentak. Tapi ia bisa membuat sang perempuan nyaman berada di sampingnya. Terkadang Satria melucu. Pernah ia memasakkan bubur manado kesukaan si perempuan (dan rasanya sangat enak) saat perempuan itu sakit.
Satria tiba-tiba berlutut. Ia memohon. Tak sanggup lagi kehilangan. 2010 menjadi tahun ultimatum. Sang perempuan harus menjadi istrinya. Tetes airmata perlahan membasahi perempuan itu. Ia pun tak mau kehilangan lagi. Ia bersedia menunggu lagi, tetapi untuk terakhir kalinya ia akan menunggu. Untuk selamanya mendampingi pria itu.
Perempuan itu sangat bahagia. Bahagia menjadi perempuannya Satria. Perempuan itu….. AKU.
Wah…keren juga ni…. Cerita beneran ya? Kayaknya sama kayak aku nih ceritanya… Tapi aku belum pernah ketemuan…. ;(
duh.. so sweet!!! moga langgeng2 aja mpe ntar married n for keeps. Amien.
btw, salam kenal juga, makasih dah mampir