Semua yang disukai cowok, aku bisa suka. Tapi nggak semua yang BISA dikerjakan cowok aku bisa. Otomotif adalah salah satu kelemahanku, dan mungkin bagi sebagian besar kaum hawa. Kemaren, lagi jalan-jalan sama sepupuku di Jogjakarta. Rencananya kami mau ke sebuah Studio Foto di daerah UNY. Sepupuku tinggal di daerah Timoho. Aku membawa mobilnya, Toyota Starlet ‘94. Di depan Galeria Mall, pecahlah ban mobilnya. Kelabakan dan panik. Kalo buat hal yang ini aku mati kutu. Sepupuku kemudian menelpon ayahnya yang mengajar di salah satu Universitas swasta di Jogja. Sayang, untuk dua jam ke depan ayahnya sedang menguji skripsi. Masih bingung, ditambah lagi banyak tukang parkir yang menawarkan banyak jasa. Bukan apa-apa, takut aja. Maka dengan memberanikan diri, aku menelpon sahabat dari kecilku (aku sempat 10 tahun sekolah di Jogja sampai lulusan SD) yang emang udah kerja di Jogja ini.
Tanpa membutuhkan waktu yang lama, cowok yang udah hampir nggak bertemu setahun belakangan ini langsung meluncur ke TKP. Walo udah lama nggak ketemu, kita emang tetep komunikasi. Dengan cekatan ia dibantu salah seorang temannya mengganti ban mobil sepupuku itu.
Selesai, langsung ditraktir deh. Mumpung deket Mall. Banyak cerita yang meluncur. Juga tentang Satria. Oiy, dialah yang memperkenalkan aku ke Satria. Abimanyu, sahabat dari kecilku itu adalah adik dari kakak iparnya Satria. Duh, beribet ya? Jadi, Satria punya kakak cowok, yang nikah sama mbaknya Abi. Di pesta pernikahan itu aku dikenalkan kepada Satria. Dari sahabat jadi sodara nih…. katanya kemudian.
Terus terang, dulu sebelum kenal Satria kita emang pernah dekat. Tapi setelah aku pindah ke Jakarta, kita jadi jauh. Pas kuliah di Jogja, kita sempet dekat lagi. Tapi emang nggak ada niatan buat dekat lebih jauh. Apalagi waktu itu dia lagi pdkt sama cewek.
Setengah jam kemudian, di pamit. Karena harus kerja. Sebelum berlalu ia berkata,
Za ini, katanya perempuan perkasa…tapi ganti ban mobil aja nggak bisa…
Manyun, aku menjawab
Namanya perempuan… tetep butuh laki-laki kan?
Kami semua tertawa. Kemudian Abi dan kawannya berlalu. Niken, sepupuku, kemudian bertanya?
Mas Satria yang mirip Mas Abi, ato Mas Abi yang mirip Mas Satria mbak?
Diam.
Tak kujawab.
Karena aku tak pernah tahu jawaban dari pertanyaan yang bertahun-tahun ini selalu kutanyakan dalam hati……
ahah…
been there!
keduanya mirip aq kali…, heheheheee